Laman

Bukan setan bukan malaikat

Selamat datang di blog saya. Informasi seluas-luasnya mengenai apa yang ada dalam pikiran saya curahkan di sini. Bidang beda menunjukkan kedinamisan, bukan inkonsistensi. Perbedaan, adalah rahmatan lil alamin. Itulah keluasan cara pandang. Dunia pers sangat berpengaruh. Bisa mempengaruhi cara pikir seseorang. Itulah sebabnya saya menulis di media ini. Provokasi, motivasi spirit dalam mengubah dunia. Tidak semua penulisan benar, itu manusiawi. Saya bukan setan juga bukan malaikat. Ikuti yang benar tinggalkan yang bathil.

03 Maret 2009

Ketua Umum Gerindra Pusat nyekar di Plumbon Mojolaban

Ketua Umum Gerindra Pusat nyekar di Plumbon Mojolaban

Plumbon, 01 Maret 2009
Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) hadir di Plumbon Mojolaban. Kehadirannya yang tepat adzan Isya' itu langsung menuju Pasarean Plumbon didampingi keponakannya Agus dan istri.
Selesai nyekar eyangnya, Prof. Dr. Suhardi Msc disambut dengan acara rapat tertutup kader Gerindra Pimpinan Anak Cabang (PAC) Mojolaban di rumah Agus. Hadir juga Calon Legislatif (Caleg) Provinsi no. urut 1 Sastro Sugiharto dan Caleg DP 5 Sukoharjo no. urut 1 Alberto Fatah Yasin (Berto) dan no. urut 2 Y. Sunaryo.
Dalam wejangannya Suhardi mengutarakan keunggulan produk pertanian Indonesia khususnya palawija seperti ketela. Ketela lebih bervitamin dikonsumsi ketimbang mie instan atau roti yang membuat orang cenderung lemah dan ngantukan. Ketela lebih energik dan bertenaga alias “rosa”.
Dari data di DPP tercatat Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra sudah mencapai 12 juta dan sampai dengan Pemilihan Umum (Pemilu) April akan mencapai 16 juta KTA. Apabila perolehan suara Pemilu bisa mencapai angka tersebut maka peluang Gerindra mengusung Calon Presiden (capres) sendiri akan terbuka lebar.
Sedangkan Berto mengungkapkan bahwa Sabtu kemarin dirinya dan teman-teman lintas partai yang belum punya kursi di dewan telah menemui Bupati Sukoharjo Bambang Riyanto. Kedatangan mereka untuk mnghentikan/menunda pencairan dana aspirasi yang angkanya 300an juta X 45 anggota. Bila dana aspirasi tersebut diberikan sebelum Pemilu maka akan terjadi penyelewengan dengan mengaku bahwa dana tersebut berasal dari saku anggota dewan atau partai asal. Rakyat dibohongi, akibatnya terjadi kampanye tidak sehat.
Sebaliknya partai baru dan partai lama non parlemen merasa dirugikan karena tidak mendapat alokasi dana aspirasi yang diakukan. Mereka harus keluar dana dari kantong sendiri untuk membiayai kampanye.
Berto juga mengutarakan adanya peluang peternakan yang sangat produktif dan menjanjikan. Yakni pembudidayaan lele phyton yang umur panennya cuma 70 hari dan bebek potong yang pakannya murah meriah berasal dari limbah makanan manusai.
Acara yang dihadiri sekitar 100 orang tersebut berlangsung hingga jam 22.45 layaknya orang punya hajatan. Suguhan konsumsinya memang terbilang wah. Di samping keluar wedang teh dan snack mete+roti juga keluar lagi piringan nasi ayam goreng. Padahal di rapat-rapat DPP, Bapilu dan sebagainya Profesor Suhardi lebih suka dengan suguhan ketela atau kacang rebus. Memang komitmen perjuangan taninya sangat tinggi sesuai kiprah yang ditekuni Prabowo yakni Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia